• AtlasAtlas
  • ExplorerExplorer
  • CompassCompass
  • StoriesStories
  • MomentsMoments
  • TourismTourism
  • 20252025
  • Atlas
  • Explorer
  • Compass
  • Stories
  • Moments
  • Tourism
  • 2025

© 2026 KKN-PPM UGM Karimun Kemujan.

@karimunkemujan@karimunkemujan2026

People

02/08/2026

Di Balik Deru Kapal Wisata: Potret Dinamika Tenaga Kerja di Karimunjawa

Di balik ramainya aktivitas wisata di Karimunjawa, masyarakat membangun berbagai strategi untuk mempertahankan penghidupan. Melalui observasi lapangan selama KKN-PPM UGM, artikel ini menggambarkan bagaimana sektor perikanan dan pariwisata membentuk dinamika ketenagakerjaan masyarakat kepulauan, mulai dari pekerjaan informal, pekerjaan ganda, hingga pentingnya pemetaan tenaga kerja untuk pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Anindya Dena Clarissa•6 min read

Di Balik Deru Kapal Wisata: Potret Dinamika Tenaga Kerja di Karimunjawa

Setiap pagi, Pelabuhan Karimunjawa selalu dipenuhi aktivitas. Beberapa kapal wisata mulai bersiap mengantarkan wisatawan menuju pulau-pulau kecil di sekitarnya, sementara nelayan kembali dari laut membawa hasil tangkapan. Tidak jauh dari pelabuhan, warung makan mulai membuka pintu, pengelola homestay bersiap menyambut tamu, dan pedagang kecil mulai menata dagangannya.

Pemandangan tersebut menjadi bagian dari keseharian yang ditemui selama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada di Karimunjawa. Dari aktivitas-aktivitas sederhana itu terlihat bahwa kehidupan ekonomi masyarakat bergerak di antara dua sektor utama, yaitu perikanan dan pariwisata. Keduanya bukan hanya menjadi penggerak ekonomi lokal, tetapi juga membentuk cara masyarakat bekerja dan mencari nafkah.

Secara administratif, Karimunjawa merupakan kecamatan kepulauan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, yang terdiri atas gugusan pulau-pulau kecil dengan sebagian besar wilayahnya berada dalam kawasan konservasi Taman Nasional Karimunjawa (BPS Kabupaten Jepara, 2023; Qodriyatun, 2018). Kondisi geografis tersebut menjadikan laut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Di sisi lain, berkembangnya sektor pariwisata dalam beberapa tahun terakhir membuka peluang ekonomi baru yang melengkapi mata pencaharian be basis perikanan.

Ketika Satu Orang Menjalani Lebih dari Satu Pekerjaan

Salah satu hal yang paling menarik selama kegiatan KKN adalah melihat bagaimana masyarakat mampu beradaptasi dengan berbagai peluang ekonomi yang ada. Berdasarkan observasi lapangan dan percakapan informal dengan pedagang, pelaku usaha wisata, nelayan, serta warga lainnya, ditemukan kecenderungan bahwa banyak masyarakat tidak hanya mengandalkan satu jenis pekerjaan.

Ketika Satu Orang Menjalani Lebih dari Satu Pekerjaan Salah satu hal yang paling menarik selama kegiatan KKN adalah melihat bagaimana masyarakat mampu beradaptasi dengan berbagai peluang ekonomi yang ada. Berdasarkan observasi lapangan dan percakapan informal dengan pedagang, pelaku usaha wisata, nelayan, serta warga lainnya, ditemukan kecenderungan bahwa banyak masyarakat tidak hanya mengandalkan satu jenis pekerjaan.
Ketika Satu Orang Menjalani Lebih dari Satu Pekerjaan Salah satu hal yang paling menarik selama kegiatan KKN adalah melihat bagaimana masyarakat mampu beradaptasi dengan berbagai peluang ekonomi yang ada. Berdasarkan observasi lapangan dan percakapan informal dengan pedagang, pelaku usaha wisata, nelayan, serta warga lainnya, ditemukan kecenderungan bahwa banyak masyarakat tidak hanya mengandalkan satu jenis pekerjaan.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa memiliki lebih dari satu sumber mata pencaharian merupakan salah satu bentuk strategi adaptasi masyarakat kepulauan. Pilihan pekerjaan tidak selalu bersifat tetap, melainkan mengikuti peluang ekonomi yang tersedia. Fleksibilitas inilah yang menjadi salah satu kekuatan masyarakat Karimunjawa dalam menghadapi perubahan kondisi ekonomi.

Di Antara Sektor Formal dan Informal

Jika mengacu pada klasifikasi Badan Pusat Statistik (BPS), tenaga kerja di Indonesia dibedakan menjadi tenaga kerja formal dan informal berdasarkan status pekerjaan utamanya (BPS, 2024). Dalam pengamatan selama KKN, aktivitas ekonomi yang dijumpai di Karimunjawa lebih banyak berada pada sektor informal.

Pelaku usaha kuliner skala kecil, pemilik warung, pedagang suvenir, nelayan yang bekerja secara mandiri, hingga penyedia jasa wisata merupakan contoh aktivitas ekonomi yang banyak dijumpai dalam keseharian masyarakat. Sebagian besar menjalankan usahanya secara mandiri atau dalam skala rumah tangga sehingga memiliki karakteristik yang berbeda dengan pekerjaan formal yang umumnya memiliki hubungan kerja tetapi

“Selama KKN, aktivitas ekonomi yang paling banyak ditemui berasal dari usaha-usaha kecil yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat”

Sementara itu, tenaga kerja formal tetap memiliki peran penting, seperti guru, tenaga kesehatan, pegawai instansi pemerintah, maupun karyawan pada beberapa usaha pariwisata yang mempekerjakan tenaga kerja tetap. Meskipun demikian, berdasarkan pengamatan lapangan, aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari tampak lebih didominasi oleh usaha-usaha berskala kecil yang berkembang dari potensi lokal.

Ketergantungan pada Musim dan Kondisi Cuaca

Dalam berbagai percakapan informal dengan masyarakat, muncul cerita bahwa ketika cuaca bersahabat dan wisatawan datang dalam jumlah lebih banyak, aktivitas ekonomi cenderung meningkat. Kapal wisata beroperasi lebih sering, homestay menerima lebih banyak tamu, dan usaha kuliner ikut merasakan peningkatan permintaan.

Nelayan

Sebaliknya, ketika gelombang laut tinggi atau cuaca kurang mendukung, aktivitas wisata dapat menurun. Kondisi tersebut juga berdampak pada masyarakat yang bekerja di sektor perikanan karena kegiatan melaut menjadi lebih terbatas. Situasi ini menunjukkan bahwa kedua sektor utama di Karimunjawa sama-sama memiliki ketergantungan terhadap kondisi alam, meskipun dalam bentuk yang berbeda.

"Kadang kalau wisata sepi ya kembali melaut…"

Oleh karena itu, memiliki lebih dari satu sumber penghasilan menjadi salah satu cara masyarakat untuk mengurangi risiko ketika salah satu sektor mengalami perlambatan.

Mengapa Pemetaan Tenaga Kerja Menjadi Penting?

Pengalaman selama KKN memberikan gambaran bahwa dinamika ketenagakerjaan di Karimunjawa tidak dapat dipahami hanya melalui jenis pekerjaan yang dimiliki seseorang. Di balik satu profesi yang terlihat, sering kali terdapat berbagai aktivitas ekonomi lain yang dijalankan secara bergantian mengikuti musim dan peluang yang tersedia.

Karakteristik tersebut menunjukkan bahwa pemetaan tenaga kerja hingga tingkat desa berpotensi menjadi salah satu dasar penting dalam penyusunan program pemberdayaan masyarakat. Informasi mengenai jenis pekerjaan, keterampilan yang dimiliki masyarakat, serta pola perubahan pekerjaan sepanjang tahun dapat membantu berbagai pihak dalam merancang pelatihan, pengembangan UMKM, maupun program peningkatan kapasitas yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Bagi kawasan kepulauan seperti Karimunjawa, pendekatan semacam ini juga dapat mendukung pengembangan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Diversifikasi keterampilan masyarakat menjadi penting agar sumber penghidupan tidak hanya bergantung pada satu sektor, tetapi mampu berkembang seiring dengan perubahan kondisi ekonomi maupun lingkungan.

Belajar dari Kehidupan Masyarakat Karimunjawa

Selama pelaksanaan KKN-PPM, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai teori pembangunan ekonomi, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana masyarakat beradaptasi dengan dinamika kehidupan di wilayah kepulauan. Di balik ramainya kapal wisata yang datang dan pergi, terdapat cerita mengenai kemampuan masyarakat mengelola berbagai sumber penghidupan, menyesuaikan pekerjaan dengan musim, serta memanfaatkan peluang yang tersedia.

Tentu saja, tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menggambarkan seluruh kondisi ketenagakerjaan di Karimunjawa. Uraian yang disampaikan merupakan hasil observasi lapangan, percakapan informal dengan masyarakat, dokumentasi aktivitas ekonomi, serta didukung oleh berbagai literatur yang relevan. Namun demikian, pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa masyarakat Karimunjawa memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi dalam menghadapi perubahan.


Related Stories

Gandeng Masyarakat Hingga Perangkat, Mahasiswa KKN-PPM UGM Mengusung Aksi Kolaboratif Jaga Pesisir Karimunjawa
Nature31/07/2026

Gandeng Masyarakat Hingga Perangkat, Mahasiswa KKN-PPM UGM Mengusung Aksi Kolaboratif Jaga Pesisir Karimunjawa

Sebanyak 100 kg sampah berhasil dikumpulkan, 106 mangrove ditanam, 42 tukik dilepasliarkan, dan 38 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan dalam aksi "Samudra Lestari". Kegiatan yang diinisiasi KKN-PPM UGM ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kelestarian pesisir Karimunjawa.

Sabilla Adnin•3 min read
Haul Sayyid Abdullah Legon Kluwak: Merawat Budaya Kemujan
Culture19/07/2026

Haul Sayyid Abdullah Legon Kluwak: Merawat Budaya Kemujan

Setiap tahun di akhir bulan Juli, ribuan warga Kemujan berhenti sejenak dari rutinitas untuk menyembelih sapi bersama, mengaji bersama, dan duduk berkerumun di lapangan yang berembun. Ini catatan dari dalam Haul Sayyid Abdullah Legon Kluwak untuk melaksanakan ritual tahunan yang sekaligus menjadi cara dari sebuah desa memilih untuk melestarikan budayanya.

Annida Aimee Khalizza•4 min read